Gagasan Orisinil Bidang Pertahanan Dan Keamanan Jokowi

Semakin mendekat dalam arena pemilihan 2019 nanti ini menunjukkan bahwa terlihat dalam berbagai Jokowi berita semakin mampu memperlihatkan kualitasnya. Terutama yang ditampilkan dalam adu gagasan yang diselenggarakan oleh KPU Indonesia. Dimana konsep-konsep yang ditawarkan oleh Jokowi ternyata tidak mampu dihadapi oleh lawan politiknya. Salah satunya adalah debat capres kemarin yang diselenggarakan pada 30 Maret 2019, yang disiarkan langsung oleh beberapa stasiun TV di negeri ini.

Dalam ajang tersebut Jokowi ternyata mampu memaparkan bagaimana konsep dalam bidang kemiliterannya lebih maju dari apa yang disampaikan oleh lawan politiknya yang notabene merupakan orang yang dibesarkan dari kalangan militer sendiri. Salah satu segmen yang membuat banyak orang kemudian beralih untuk memantapkan pilihannya ke Jokowi, pastinya mampu melihat secara netral bagaimana Jokowi mampu memberikan gagasan yang menarik dan memberikan program yang sangat jelas untuk diterapkan. Program dan gagasan tersebut begitu mudah dicerna oleh masyarakat dengan konsep strategi pertahanannya dalam bidang militer, yaitu konsep investasi pengembangan alutsista yang pada nantinya diharapkan bisa dilakukan secara mandiri oleh kita sendiri.

Jokowi secara trategi mampu berpikir secara sederhana namun sangat tepat jika digunakan untuk konsep pengembangan bidang kemiliteran di negeri ini. Karena kita berani mengakui atau tidak bahwa, untuk sekarang ini teknologi pengembangan alutsista di Indonesia mulai semakin berkembang. Dimana salah satu BUMN yang sangat intens dalam pengembangan alutsista tersebut kini menjadi prioritas dari presiden dalam hal pembuatan alutsista, terbukti dengan sekarang ini PT Pindad mampu membuat berbagai macam alutsista berupa tank, senjata laras panjang, rudal, bahkan untuk pengembangan alat berat sendiri mampu dilakukan.

Selain itu juga TNI sekarang ini telah bekerjasama dengan negeri lain yang sudah memiliki kemajuan dalam bidang pertahanan dan keamanan. Dalam bidang kerjasama tersebut akan membuat Indonesia memiliki alutsista baru dan juga sekaligus bisa menerapkan teknologi tersebut di dalam Indonesia sendiri. Hal itu dikatakan Jokowi sebagai sebuah bentuk transfer of knowledge. Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi ini sangat penting untuk dilakukan, karena mengingat Indonesia masih sangat ketinggalan dengan kemajuan teknologi, khususnya dalam hal pengembangan teknologi pertahanan. Oleh karena itulah adanya kerjasama dalam hal tersebut pada nantinya akan menjadi sebuah kemajuan yang sangat strategis dan mampu membuat Indonesia semakin baik dalam bidang pertahanan dan keamanan.

Pemikiran atau gagasan yang dibawa oleh Jokowi tersebut pastinya bisa memberikan kepastian dalam hal hak pilih masyarakat. Memang untuk membandingkan pemikiran seharusnya seseorang berada pada pihak yang netral. Agar apa yang diterimanya mampu dipikirkan secara baik dan tidak berat sebelah. Dan debat yang diselenggarakan oleh KPU kemarin menjadi salah satu hal yang bisa dilihat dengan sangat baik sebagai sesuatu yang bisa menetapkan pilihan masyarakat Indonesia untuk masa depan Indonesia sendiri. Bagi kalangan anak-anak muda juga seharusnya mampu berpikir secara baik dan netral.

Tidak terjebak dengan pertarungan politik kalangan elit yang cenderung saling menjatuhkan, atau dengan adanya berbagai macam berita miring di dalam media sosial yang ada. Untuk melihat secara jelas, kita bisa melihat bagaimana yang ada di dalam debat capres kemarin. Dimana hal itu ditunjukkan secara live tidak ada sama sekali rekayasa. Didalamnya kita benar-benar bisa melihat bagaimana gagasan yang dibawa oleh kedua calon presiden. Sehingga masyarakat bisa menentukan pilihan tanpa adanya intervensi dari arah manapun.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.